Nyoba’in Sarang Semut


Salah satu rasa penasaran saya adalah “sarang semut”. Kata orang sarang semut bisa berkhasiat buat menangani berbagai macam penyakit. Saya yang lihat brosurnya sampek geleng-geleng; emang ini malaikat apa, kok bisa menangani banyak sekali penyakit. Di situ tertulis :

SARANG SEMUT

MIRMECODIA TUBEROSA PAPUANA

SANG PENAKLUK PENYAKIT GANAS

SARANG SEMUT TERBUKTI SECARA EMPIRIS MAMPU MENGOBATI BERBAGAI JENIS KANKER/TUMOR DAN BERBAGAI MACAM PENYAKIT LAINNYA ANGATA LAIN :

  1. Kanker Payudara
  2. Kanker Rahim
  3. Kanker Otak
  4. Kanker Kulit
  5. Kanker Liver
  6. Kangker Hidung
  7. Kangker Paru-paru
  8. Kanker Usus
  9. Kanker Prostat
  10. Kanker Darah
  11. Kencing Manis
  12. Kolesterol
  13. Stroke Berat-Ringan
  14. Gangguan Jantung
  15. Kerapuhan Tulang
  16. TBC
  17. ….

Dan yang ke-30 menarik pandangan saya : LEMAH SYAHWAT

ATURAN PAKAI :

Ambil 3 keping sarang semut dicuci lalu direbus dengan 4 gelas air samping mendidih hingga tinggal 2 gelas air disaring lalu diminum hangat-hangat

BUH : MAMA FELISITAS TAWER

Alamat : Jln Irigasi

Telp : 081240022589

 

 

Tulisan diatas tidak saya tambahi, hanya saya kurangi beberapa bagian karena emang panjang sekali. Beberapa kalimat memang tidak sesuai EYD, karena memang saya tulis apa adanya. Al-hasil, saya bawa itu barang ke kamar.

Saya mengenal sarang semut sudah lama. Tepatnya sejak jaman kuliah di Surabaya dulu.  Berawal dari kunjungan ke toko buku lalu sepintas ngelirik judul besar di majalah TRUBUS tentang sarang semut. Saya tidak tahu banyak, bahkan baca artikelnya saja tidak. Inti sarinya adalah : sarang semut berkhasiat titik—kata si judul majalah.

Barulah ketika beberapa bulan di Papua saya tahu apa itu sarang semut. Saya tahu bagaimana ia diambil, bentuknya gimana, menyentuh lubang-lubang kecil yang jadi ciri khasnya, and terakhir adalah merasakan bagaimana rasanya seduhan air panas sarang semut.

Di hutan-hutan Papua, sarang semut banyak didapat. Ia bergelantungan di pohon-pohon kecil maupun besar. Bentuknya mirip bola. Diameter tergantung banyak tidaknya semut yang ber-rumah tangga di sarang itu. Semakin besar sarangnya, semakin besar pula jumlah keluarga semut yang hidup.

Ketika pertama kali diambil dari pohon, sarang semut bentuknya lembut. Hampir mirip buah garbis. Hal ini bisa maklum adanya karena sarang semut pada dasarnya adalah rangkaian getah dan mineral yang dikumpulkan untuk melindungi larva semut.

Barulah sarang yang masih basah itu dipotong-potong tipis lalu dijemur hingga kering. Hasil jemurannya itu yang bisa kita rebus lalu diuji khasiatnya menanggulangi berbagai macam penyakit yang sudah saya sebut diatas.

Lalu kenapa sarang semut bisa berkhasiat? Mirip dengan acara mythbuster, saya akhirnya browsing buat tahu mitologi di bali sarang semut. Eh, ternyata, hampir mirip sarang lebah, sarang semut juga mengandung zat lilin yang menjadi antioksidan guna menjadikan sarang mereka tetap steril. Zat itu secara jamak disebut “propolis”, dan zat inilah yang sebenarnya bisa menanggulangi berbagai macam penyakit itu.

Namun sarang semut memberi banyak hal lebih ketimbang hanya propolis, terutama adalah aspek ekonomisnya yang sangat ramah dengan kantong. Satu pak plastik seukuran kotak makan saya beli dengan harga 30 ribu. Itu pun termasuk mahal, karena jika pengen lebih murah lagi, saya bisa ke hutan dan memotong pohon lalu ambil sarang semutnya, belah jadi tipis-tipis, lalu jemur. Beres.—dasar perhitungan— hahahaha…

Nah, berikut ini detik-detik gimana saya menyajikan sarang semut ala Chef Kandas Jaya Supeli :

Image

No Comment….

Image

Satu Kantong Plastik

Image

Di godok dulu….

Image

Siap Diminum…Kalo mau enak, tambahin Madu.

 Eniwei, rasa sarang semut mirip dengan teh. Syukurnya saya sudah biasa minum teh tanpa gula sehingga rasa “teh” sarang semut sebenarnya mirip dengan teh itu sendiri. Saya senang bisa merasakan salah satu kekayaan bumi papua. Apalagi sekarang saya sedang agak flu, moga-moga sarang semut bisa jadi alternatif penambah tenaga buat esok hari. Belum juga sampek tulisan ini selesai, badan saya ngerasa enak. Ah, sarang semut ternyata manjur buat saya. Siapa pengen coba sarang semut??

 


5 responses to “Nyoba’in Sarang Semut

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 73 other followers

%d bloggers like this: