Panas…


“Bangun tidur ku terus Nge-blog…

“Tidak lupa ngelap ilerku…

“Jari Bau ku tetep ngetik…

“Compang-camping ku tak peduli…

Hai kawan…

Pagi ini jumpa lagi di tulisan-tulisan cak kandas yang lain. Oke, hari ini adalah hari jum’at. Udara di luar rumah sangat panas. Tv-tv memberitakan bahwa cuaca panas ini lumrah buat nyambut musim hujan yang diprediksi datang awal November. Perubahan musim yang sudah tidak bisa diprediksi lagi. Secara alamiah, biasanya kalo suasana panas di siang hari, menandakan malamnya akan datang hujan.

Di kota yang secara geografis termasuk dataran rendah kayak Surabaya, cuaca panas sudah jadi makanan harian buat penduduknya. Makanya, orang Surabaya biasanya item-item, apalagi yang sering keluar rumah. But, kalo masih tetep item meskipun gak pernah keluar rumah, wah itu hal lain. Kayak gitu termasuk faktor DNA bro, gak bisa diganggu gugat, hanya cukup disyukuri kalo item itu juga bagian dari keindahan.🙂

Di siang yang gak lagi bolong kayak gini, masih banyak kendaraan berseliweran di jalanan Surabaya. Pengendara motor digolongkan orang yang paling banyak terkena sinar matahari. Tidak ada tempat berlindung paling pas buat berteduh, kecuali di rombong-rombong pinggir jalan yang menjual Es Tebu, Sinom, Legen, dan gorengan. Bisa jadi ini momen panen buat pedagang-pedagang di atas. Tapi pas waktu musim hujan, wedew, kasian sekali. Es + hujan = leleh. Rejekinya kian nipis bagi pedagang minuman dingin saat musim hujan tiba.

Pengendara motor menghadapi cuaca panas kayak gini adalah orang yang sudah prepare dengan berbagai atribut. Rata-rata pake jaket, kaos tangan, helm standar, mukanya kayak ninja ditutupi sapu tangan, bagian kaki pake sepatu+ kaos kaki. Tertutup rapet, mirip orang Iran pake cadar.

Mungkin penutup aurat memang berlaku bukan cuma ngetutupin bagian-bagian yang seharusnya tidak boleh ditunjukkan. Jika memang penganut fundamentalis benar-benar pengen lihat indonesia menutup aurat setiap hari, ada baiknya jika doanya dimentokkan sekalian. Kalo hujan ya hujan terus sehingga orang malas keluar rumah dan gak sempat pamer tubuhnya yang indah-kalo indah-, orang pun jadi malas keluar rumah karena hujan dan gak sempet lagi memamerkan tubuhnya. Jika panas, ya panas sekalian kayak gurun pasir sehingga orang yang keluar rumah menggunakan atribut penutup tubuh buat ngejaga warna kulitnya gak gosong. Atau berharap saja mengganti musim panas dan hujan jadi musim salju sehingga dingin memaksa orang-orang pake baju tebal yang menutupi seluruh tubuh.

CU guys…demikianlah catatan buat hari ini. Ketemu disaat yang lain.


2 responses to “Panas…

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: