Sehat Sebagian Dari Iman


Kamis kemaren saya mendapat pesenan beli hape dan tv tunner buat laptop. Sesuatu yang kudu disyukuri, kepercayaan pelanggan bertambah. Dan satu lagi, kegiatan sebagai penangguran sedikit demi sedikit bisa terobati dengan aktifitas dagangan. Keep goin’

Tapi disamping itu, kerentanan diri saya saat ini agak sensitif. Dulu kena angin malam sangat tahan, kena hujan tetep sehat. Namun kali ini, saya harus mengakui bahwa keujanan dan kedinginan sangat mempengaruhi kesehatan saya. Akibatnya, saya mengetahui dengan sesungguhnya tentang sejatinya pengetahuan bahwa kesehatan adalah asset penting. Kalo secara berlebihan saya katakan : “kesehatan adalah sebagian dari iman”.

Faktor kegiatan yang secara pasti tidak terprediksikan ; kerja yang tak mengenal waktu dengan frekuensi tak tentu-kadang siang, kadang malam, kadang amat siang, kadang juga hampir pagi–, tidur yang juga tak pasti berapa jam terpenuhi, dan berbagai alasan lainnya membuat kesehatan saya benar-benar diuji. Inilah saat ketika seseorang benar-benar memahami arti kesehatan yang sesungguhnya.

Saya juga baru memahami kenapa orang-orang dengan taraf ekonomi tertentu mengeluarkan porsi besar keuangannya untuk menjaga kesehatan. Mengapa mereka juga menyesakkan kegiatan olahraga dalam penatnya jadwal dagang. Oh, inilah sesungguhnya memahami sesuatu yang bukan hanya Cuma paham, tapi benar-benar mengerti dan benar-benar tersadarkan oleh arti sebuah pernyataan.

Malam harinya saya antarkan barang itu ke Bandara Juanda. Dalam perjalanan dari Plasa Marina ke Juanda, saya memang kehujanan. Seperti yang telah saya tuliskan diatas, saya pun akhirnya merasa sakit.

Sakitnya memang sudah saya rasakan ketika sampai di Bandara Juanda. Tapi itu belum seberapa. Hanya tanda-tanda bakal demikian. Berangkat dengan kondisi yang buram, dalam arti saya memang memakai kacamata, tapi kali ini kacamata yang saya pake kebetulan minusnya di bawah minus sesungguhnya. Saya memiliki dua kacamata, satu yang minusnya 3,27 sedangkan satunya lagi minus 2.0. kacamata yang “resmi” sudah bengkok gagangnya sehingga kalo dipake rasanya risih. Kacamata jadi miring dan itu membuat pandangan jadi tidak nyaman. Karena itulah, kadang secara tidak sengaja, saya mengambil kacamata yang satunya untuk alasan kenyamanan pemakaian. Walau kurang 1,27 saya kira masih bisa ditolerir.

Saat nyampek di juanda, saya pengen ke kamar toilet. Badan memang sudah sedikit meriang, pandangan juga agak kabur. Ah, saya jadi malu…ehem…saya masuk toilet yang salah. Saat masuk, kok rasanya aneh. Tempatnya lebih luas. Dan karena keanehan itu saya keluar dan melihat tulisan “untuk orang cacat”. Saya pun mengabadikannya sebagai salah satu bukti bahwa kesehatan itu penting.

IMG0025A.jpg

Besok saya akan medical check up. Entah gimana bentuknya, tapi kesehatan yang agak terganggu ini semoga tidak menganggu kelancaran medical checkup yang sangat diperlukan untuk proses kelulusan sebagai pekerja di area tambang.

Masa pengangguran akan segera berakhir? Entahlah, tapi itu juga termasuk rahasia antara saya dengan Pengeran saya aja. :)Saya hanya tinggal menjalani saja. Menganggur it’s okey asal tetep keep’ goin. Gak menganggur juga ok asal tetep keep goin’ juga. (sebuah pernyataan yang gak jelas…hahahaha…). Seperti kata pak dahlan ; hidup ini mengalir, kalo bisa alirannya yang deras. Tinggal menjalani saja, terus menjalani dan menjalani. Hingga akhirnya kita menemukan posisi yang layak sebagai seorang manusia yang diciptakan oleh Tuhan Semesta Alam.

Gitu aja postingan kali ini. Ketemu lagi kapan-kapan di postingan berikutnya.

Keep goin’.🙂


Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: