Ngenet Keep Goin’


Internet ini telah mengkoneksikan segalanya. Untuk tahapan awal, menurut pengalaman pribadi, kita akan having fun dengan internet. Lambat laun, ketika kebosanan akan hal-hal semacam itu mulai menyeruak ke permukaan. Pelan tapi pasti, saya mulai mencari hal-hal baru dengan teknologi ini. Kalo dulu sangat ngiler lihat filem-filem (ehem), sekarang sudah berganti buat ngedownload filem-filem yang membawa manfaat lebih. Saya sendiri mendownload gimana belajar bahasa inggris di youtube, audio tentang percakapan bahasa inggris, kumpulan-kumpulan idiom yang bisa dipake buat ngomong layaknya orang aslinya. Efek memilah-milah seperti ini adalah hal wajar, yang secara kebetulan akhirnya saya merasakan manfaatnya.

Ternyata saya tidak sendirian menempuh jalan berliku di dunia internet. Teman saya yang sekarang kerja jadi penerjemah bule di papua juga mengawali perjalanan internetnya sebagai pengisi konten berbahasa asing. Awalnya ia tempuh dengan disambili hiburan yang menggoda, tapi lambat laun, ia pun bosan dan lebih enjoy untuk menggunakan internet sebagai wahana belajar yang tak terbatas. Dari situ juga, ia sangat lancar berbahasa asing dan lolos sebagai penerjemah bule.

Seperti ungkapan komunal orang-orang tempo dulu, internet ibarat alat, ia adalah tools yang memang selayaknya digunakan. Menganggap internet bukanlah dunia lain yang mengharuskan kita untuk hidup dua puluh empat jam disana. Merasa di sana, cekcok disana, mengekspresikan diri disana, sampai akhirnya ketergantungan dengannya. Tidak. Bukan itu. Internet adalah sekedar tools, sekedar alat doang.

Mirip seperti anjing. Eit, internet kok seperti anjing? Begini. Anjing adalah hewan. Saya juga setuju beberapa kalangan yang mengaggap anjing adalah bagian dari keluarga. Itu juga benar. Tapi jika kita mau menggunakan anjing sebagai alat, sebagai tools, tentu kita akan memposisikannya sama dengan alat-alat lainnya semisal sepeda motor, mobil, komputer, kompor gas, dsb. Ia boleh digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan manusia.

Demikian juga internet. Ia adalah tool, yang dapat digunakan secara positif untuk menambah sosial kapital bagi seluruh masyarakat dunia. Siapapun bisa mendapatkan hal-hal menarik secara gratis, dan tentu saja, setelah mendapatkan sesuatu darinya, kita bisa mengkomersialkannya untuk meningkatkan taraf ekonomi.

Salah seorang teman juga bisa menggunakan bahasa C, mahir coding database juga dari buku-buku yang dia download dan dia pelajari satu persatu. Walau tidak memiliki basic teknik, teman saya itu ternyata juga tak kalah canggihnya dengan lulusan universitas. Terbukti, dia pernah diajak ngerjakan proyek codingan software dari universitas ternama di yogjakarta.

Kemaren malam, ada status menarik teman saya di wall facebooknya. Ia menulis kalimat yang sudah lama saya kenal tapi sedikit dirubah redaksinya : “Di Internet apa yang kau cari?” Jawabannya bisa apa saja. Kalo negatif ya silahkan dan saya tidak akan pernah menyalahkannya. Kalau positif yang anggap saja itu sebagai rejeki sampeyan-sampeyan.

Kawan-kawanku pengangguran di seluruh Indonesia; Keep Goin’


Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: