Salah Sangka


Ah, benar juga ternyata “stigma dan prasangka” tidak memberi keterangan sebenarnya tentang apa yang disangkakan. Itulah mengapa kita dianjurkan untuk menghindari prasangka, terlebih prasangka negatif. Kalo memang tidak bisa menyentuh kebenaran yang sesungguhnya, cukup saja kita belokkan prasangka itu kepada prasangka positif pun juga prasangka jenis terakhir yang saya sebut tadi belum tentu membawa pada kebenaran sesuatu yang kita sangkakan. (ini mbahas apa tho? Kok rasanya ribet banget)

Saya memiliki prasangka negatif pada seseorang. Pun juga secara gentleman saya mengakui bahwa prasangka saya itu salah total. Astaghfirulloh. Saya minta ampun seampun-ampunnya.

Dulu, dia saya anggap keterlaluan dan sombong. Saya menyentuh mobilnya, ibarat tape yang di play, dia akan bercerita bagaimana dia bisa membeli mobil, kisahnya tentang perjuangan mendapatkan mobil itu, harganya, asesorisnya, dan tarikannya ketika berkendara. Ah, aku hanya pegang tapi kau mengoceh gak karuan. Kamfret. Kesan sombong pun membekas di hati saya waktu itu, hingga akhirnya saya memahami bagaimana konstruksi berpikirnya, bagaimana ia memahami sesuatu yang menurutnya berharga, tentang apa fokus dan tujuan hidupnya. Apa yang diungkapkan oleh teman saya itu, tentang mobilnya adalah hal yang lumrah. Bukan termasuk kesombongan, bukan juga tentang showing his self, juga bukan tentang aktulasisasi diri yang berlebihan. Ini hanya masalah persepsi saja.

Pada titik ini menyalahkan dan menimpakan kesalahan bukan tindakan bijak. Perspektif saya saja yang berbeda dengannya perkara showing the self. Tentang aktualisasi diri. Dan juga tentang pandangan dia tentang apa yang diyakini.

Duh gusti, Engkau telah mengungkapkan di kitab yang Kau titipkan pada Kanjeng Nabi ; “Innazzonna la yuhdi minal haqqi syaian” sesungguhnya prasangka (apapun itu; prasangka positif dan juga prasangka negatif) tidak memberi apapun terhadap sebuah kebenaran. Kebenaran adalah tujuan mulia yang dituju melalui jalan sepi dan sunyi. Jauh dari hiruk pikuk campur tangan seorang makhluk. Hanya Engkaulah yang memiliki legitimasi untuk membawa seseorang pada kebenaran sesungguhnya. Hanya Engkau…


2 responses to “Salah Sangka

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: