Dikit tapi Dalem Keep Goin’


Tatkala masih nanganin konter beberapa bulan yang lalu, saya mendapatkan seseorang yang ahli dibidangnya. Nama Arifin. Awalnya dia datang ke Surabaya sebagai kuli batu. Di tengah-tengah waktu senggang, cak ripin-begitu ia disebut-senang denganotak-atik barang-barang elektronik. Profesi sebagai kuli batu sesekali ia sambi dengan service radio, televisi, walkman, dan tape. Lambat laun, ia terasa familiar dengan elektronika dan pada saat booming hape, ia membaca pasar lalu sesegera mungkin beralih profesi sebagai tukang service hape.

Banyak hal yang saya dapatkan dari dia. Misalnya tentang keahlian. Posisi keahlian untuk sebuah profesi mutlak dibutuhkan. Jika mau buka servisan hape ya kudu mahir nyervice hape. Sekedar tahu tidak bisa ditolelir karena keahlian teknis menjadi dasar utama dalam menjalani usaha macam ini. Kalo hanya sekedar tahu, pun juga masih memaksa untuk bermain di area selular, sejak dini dia menganjurkan untuk membuka kedai pulsa saja.

Terkesan mendeskriditkan orang yach? Atau kayak membatasi kemampuan orang lain? Bukan, bukan itu maksudnya. Jika ingin meluangkan waktu sejenak pun tak cukup. Butuh ghiroh dan semangat tinggi buat nyingkat keahlian service hape dari beberapa bulan menjadi satu bulan saja. Butuh waktu ekstra untuk menyerap ilmu-ilmu tukang oprek hape yang sudah 3-5 tahunan melanglang buana. Anda harus terampil menganalisa penyakit yang sedang diderita hape, membaca jalur, memprediksi ada tidaknya komponen yang rusak, membuka hape, menyolder komponen, mencetak IC, dan mensoftwarenya kembali. Menyingkat waktu itu pun masih harus diterapkan di lapangan, apalagi kalo bukan praktek menyervice hape orang. Jika kondisi ini langsung ditangkap oleh pemilik modal dan mengacuhkan aspek keahlian, maka siap-siaplah tersungkur dan sibuk melempar kerjaan ke orang lain.

Sudah berulang kali saya terjerembab ke dunia makelar dan anehnya baru setelah membuka konter itu diri saya menyadari benar-benar tentang pentingnya keahlian. Jika memang niat dengan usaha, maka pengusaha itu kudunya gak jauh-jauh amat dari bidang usaha yang ditekuninya. Kuat modal saja belum cukup, dan memang tidak akan pernah cukup jika tak didukung dengan kemampuan dalam bidang usaha yang sedang ditanganinya. So, sedikit/sekelumit apapun keahlian, bila ditekuni secara profesional maka ia akan menjadi profesor di bidang tertentu. Sangat ahli di satu bidang lebih baik ketikmbang sekedar tahu pada banyak hal. Rupanya basic ini belum saya sadari sepenuhnya dan butuh waktu lama untuk mengerti dan nggeh tentang pentingnya keahlian.

To be specific! Simple but deep! Itulah yang diinginkan dalam bidang usaha. Untuk itu, membaca diri dengan kemungkinan-kemungkinan pasar serta mengambil celah untuk masuk pada satu specific market menjadi hal yang signifikan.

Spesifik dan terarah menjadikan tujuan apapun yang pengen dicapai menjadi mudah. Setidaknya ada peta yang mengarahkan ke sana. Layaknya kompas yang menjadi penunjuk arah kemana diri masing-masing manusia akan berlabuh. Tujuan yang gambyar dan tidak jelas, besar kemungkinan membawa kepada ketidakjelasan. Mirip dengan orang yang berkendara, dengan tujuan yang jelas, maka pengendara akan berusaha menempuh jalan sependek-pendeknya, secepat-cepatnya, dan tiba dengan selamat-lamatnya.

Selanjutnya adalah menikmati jalan menuju tujuan itu dengan enjoy dan rileks. Enjoy bukan berarti tidak bekerja. Struktur bahasa kita memang sering mengidentikkan keenakan dengan kemalasan. Kita terbiasa terpesona dengan keberhasilan manusia sekaligus melupakan bagaimana orang itu bisa sampai kesana. Saya pun juga demikian, kadang hanya memandang satu spot kenikmatan namun juga lupa bagaimana sebenarnya posisi nikmat yang dirasakan orang itu juga membutuhkan jalan berliku untuk sampai kesana.

Biarkan saja mengalir. Mengalir apa adanya. Sesekali menyediakan waktu khusus untuk memerika kompas tujuan kita masing-masing. Menganalisanya dengan jujur, lalu menyesuaikannya dengan tindakan-tindakan harian; apakah sudah cocok dengan tujuan yang sedang ingin dicapai. Dan di tengah-tengah itu, masih akan tersimpan rahasia untuk Dia hadir. Rahasia yang mengungkapkan bahwa kita memang tak ada apa-apanya jika tidak bergabung dengan kekuatan sesungguhnya. Disanalah kemungkinan-kemungkinan Tuhan akan hadir, lalu menyapa, dan kita pun tersungkur dipelukan-Nya.


Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: