Tengah Hutan


Wowo…pagi kemarin ane ngeblog pake BB. Hasilnya? Pagi hari sepulang kerja aku lihat hasilnya…dan,,mengerikan….Ternyata tulisannya gak tampil, yang tampil malah gambar terbalik. Oh, my goodness…But, it’s okey…Take it easy!! Dari pada gak sama sekali, mending maksa-maksa dikit asal terus berkarya.

So, backtobasic.Kalo mau mudah,ya balik lagi pake laptop atau PC. Itulah pagi hari ini (jam 5 WITA), setelah download sana-sini akhirnya aku nulis lagi. Here we go…

Kali ini, yang lagi mood adalah masalah hutan. Emang sekarang ane hidup di hutan. Dan hal tentang hutan adalah hal yang menarik. Ane dapat tambahan baru bahwa hidup di hutan completetly different. Misalnya saja, untuk gadget semisal pemotong kuku bisa jadi rumit kalo kita gak punya..Mau cari dimana tu gadget, wong kanan kirinya pepohonan lebat? Yang unik lagi, hutan membuat semuanya useless. Ada kalanya Smartphone disini malah jadi barang pajangan karena sinyalnya parah.

Itu adalah pandangan tentang hutan dari sudut pandang Hi-Tech (ingat Habudi kan??) Yang membuat aku kagum adalah, bagaimana sebenarnya suku lokal di timika ini bertahan hidup di hutan di tengah ganasnya dingin, nyamuk malaria, ular berbisa, dan cuaca yang ekstrem. Itu yang membuat aku tertegun dan bertanya-tanya : kok bisa?? Untuk ketahanan hidup, suku pedalaman papua memang nomor wahid di dunia.

Selasa malam adalah perbincangan pertama saya dengan suku asli papua. Sebelumnya pernah bertemu, tapi dalam suasa berbeda. Dan kemarin barulah saya memahami bahwa “mereka bisa bahasa indonesia.” (ah hebat nian soekarno, bisa menyatukan beragam suku dalam satu bahasa). Meski Bapak Negara kita sekarang ini gak pernah kunjung ke anaknya bernama ‘papua’, namun yang membuat saya haru adalah keramahan, keluguan, dan rendah hati dua orang itu dalam menerima orang lain. Ah, rasanya pengen nangis saja.

Sayang, sampai asyiknya berbincang dengan keduanya, saya lupa ambil photo. Kita berbincang sebentar, dia tersenyum lebar, lepas, dan memeluk saya seakan seperti berbicara dalam alam bawah sadar : “kau adalah saudaraku meskipun kita baru bertemu.”

Oke, ini aja yang bisa aku tulis hari ini, Maklum. Laptopnya pinjam…So aq gak bisa lama-lama. Keep Goin’ kawan semua…

 


Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: