Perang Smartphone di Tengah Hutan


Kata orang, kalo sudah ngadep BB pasti autis…Ia bisa lupa segalanya. Fokusnya pada satu hal, ngeliatin menu sana-sini buat selalu konek dengan orang lain. Itu pun saya rasakan. Dan memang begitu adanya. But, lama kelamaan kebosanan muncul. BB hanyalah BB. Ia adalah Tool, tidak lebih dan tidak kurang.🙂 So,,,apapun gadgetmu yang penting adalah anggapan kamu tentang gadgetmu. Karena kamu lebih mulia ketimbang gadgetmu..(ada yang masih sering pamer gadget??—minum combantrin sekarang juga…)

(lagi serius…padahal lagi liat yang ngejual hape lewat kaca)

Ngomongin masalasah gadget, di tempat ini emang seringkali terjadi perang akbar antar peminat gadget yang satu dengan gadget yang lain. Semuanya punya smartphone. Pernah suatu ketika saya jalan ke terminal pengisian solar, yang pegang gagang solarnya ngisi tangki truk sambil pegang BB Dakota.
Balik lagi ke perang merek. Yang punya galaxy S2 ngatain bahwa Apple 4G itu produk tipuan. Ia menipu konsumennya buat beli harga mahal yang nota bene biaya produksinya murah. Sebaliknya, yang punya i-phone 4G itu nganggep yang punya galaxy S2 sebagai barang illegal karena mereka ngelanggar hak cipta. Namun kedua-duanya sepakat kalo pemakai BB adalah orang yang terbelakang. Alasannya simple, teknologi BB kalah dibanding Android atau Apple. Kata mereka :”hanya orang-orang terbelakang aja yang mau dikibulin sama Rim.”

Dari perjalanan selama sebulan disini, barang elektronik menjadi wajib bagi semua orang. Entah itu laptop, smartphone, pee s, dkk jadi semacam pelipur lara buat membunuh kejenuhan hidup di tengah hutan. Hiburannya macem-macem, ada yang buat ngecek status, chat sama orang lain, atau Cuma sekedar menonton pilem pribadi.

Eniwei, smartphone macam apapun kalo sudah ketemu hutan tak lebih dari hape biasa. Ia menjadi barang yang hanya bisa dipake nelpon doang. Jaringan internet disini emang agak payah. Solusi cerdas buat penggemar layanan data Cuma laptop dan modem. Itupun kadang lancer dan kadang tidak. So, hape smartphone emang kandas jika bertemu hutan.

Bagi saya, hape favorit adalah hape cina merek HT X5. Harganya murah, namun kemampuannya juga murahan. Hahaha….bercanda. Kenapa murahan? Pertama, saya bisa pamer sinyalnya yang kadang tak terduga bisa ngalahin Galaxy S2 atau Apple. Pernah suatau ketika, pas lagi ronda malam, si Bule kebingunan buat miscall saya, usut punya usut ia berkata “no net” alias gak ada sinyal. But, secara manuknubkan (menakjubkan) si HT ada sinyalnya. Ia bengong.

Kedua, HT X5 bisa dipake buat lempar babi kalo nemu di jalan. Alias tahan banting. Secara terang-terangan saya banting tuh hape di depan Bule, dan dia gak kaget. Namun setelah tahu harga tu hape, ia berkata : “wow man, is piece of shit!” ia misuh karena gak percaya, dengan harga murah bisa dapet hape bantingan mercon.

(sparing partner….ngopi dulu pak…)

Gitu aja review hari ini.
Mumpung ini tahun baru, saya ucapkan selamat tahun baru. Semoga tahun ini dapat rumah baru, mobil baru, pekerjaan baru, status baru, pacar baru, istri baru, atau orang tua baru.
Maju terus kawan. Keep Goin’


Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: