Knapa Gue ke Papua?


Pertanyaan itu muncul ke permukaan ketika gue iseng-iseng ngupil di depan kamar.

Ada banyak alasan jika kita menganggap sesuatu salah, lalu muncul tindakan untuk membela diri. Loh, apa keputusan ke Papua ini adalah salah? Saya gak tahu. Tapi ingat, selain berpotensi salah, sebuah keputusan juga memiliki potensi benar. Untuk selanjutnya, permasalahan salah-benar kita tutup rapat-rapat.

Pertama, karena emang dari dulu ngelamar kerja gak ketrima-trima, dan akhirnya sekali ketrima langsung ke papua, so, saya ambil. Untuk hal ini, motif ekonomi menjadi trigger buat ngambil keputusan tersebut. Anda bisa baca postingan sebelum-sebelumnya yang ngebahas pengalaman gue tentang sulitnya cari kerja. Entah karena wajah yang jelek, entah karena badan yang tambun, entah karena pengalaman yang gak ada, entah karena criteria gak memenuhi, tapi itulah fakta bahwa pekerjaan bukan tentang seabreg embel-embel, pekerjaan lebih ditentukan oleh pengalaman dan tampilan fisik Anda. Gak percaya, cek lamaran yang numpuk berikut ini :

(ampuuun……)

(masih numpuk lamaran yang lainnya….belum lagi yang ada di web…)

Belum yakin juga, nih ada cerita. Tatkala salah seorang teman yang sekarang jadi pns cerita tentang pengalaman kerja sebelumnya di pabrik sarung. Gini, ada buanyak lamaran numpuk. HRD pun kedodoran nyeleksi. Paling umum metodenya adalah ngelihat photo….Yang cantik, yang ganteng, yang rapi, yang semlohai,,,itulah rejeki mereka. Bagi mereka yang kumus-kumus dan “gak” menjual? Siap-siap saja lamaran Anda di lempar ke tong sampah.

Kedua, faktor yang paling berpengaruh adalah dorongan Orang Tua dan guru. Gue gak berani ngambil tindakan kalo orang tua gue dan guru gue gak meridlo’i. Merinding jadinya kalo ngebahas masalah ini. Bersyukur gue di titipkan sama orang tua yang perhatian dan ditemukan guru yang mendukung gimana menemukan sejatinya hidup. Untuk bahasan kali ini, biarkan faktor “tangan” TUhan saja yang menguraikannya.

Ketiga, karena gue pengen tahu wilayah Indonesia ini secara jamak. Man, Damn,,,Indonesia bukan hanya jawa saja. Masih ada Indonesia lain bernama papua. Gue semacam di”kutuk” takdir karena habis-habisan njelek-njelekin Pak Karno. Gue pun linglung, gak berdaya, dan bisa merem melek aja gimana sebenarnya pola pikir orang yang dulu saya kritik habis-habisan dan sekarang jadi idola gue itu. “Gimana tuh orang, ingat yach, satu orang aja bisa mendirikan Negara seluas ini dan menjamah “ragamnya” budaya jadi satu tubuh bernama Indonesia?”

(Pegunungan Jaya Wijaya dari kota Timika,,,,that’s all fuck’n Gold in it)

Gue jadi paham apa itu penjajah sebenarnya, apa itu dijajah, apa itu keragaman, apa itu hutan, apa itu kemakmuran, apa itu ketimpangan, apa itu saudara senegara, apa itu aparat, apa itu politik, apa itu senjata, apa itu rasanya hidup yang “lebih banyak” ditentukan faktor Kehendak-Nya, dan apa itu papua.

Salah satu proses menjalani hidup mengharuskan gue belajar sama bumi papua. Dan sejujurnya, gue benar-benar jatuh cinta pada bumi papua ini. Papua sudah membuka banyak hal tentang bagaimana menikmati hidup yang kadang juga secara jujur merintih kesakitan karena persaudaraan sebangsa sudah tak balance lagi. Papua bagi gue juga memberi segudang pelajaran tentang resiko dan imbalannya. Dari papua juga kenal kawan-kawan yang memiliki logika berbeda dengan teman-teman di jawa pada umumnya.

Gue hanya bisa menulis. Tapi gemuruh rasa ini emang gak bisa hanya dibatasi oleh tulisan. Gue bahagia, pun juga rindu. Semoga saja Tuhan tak akan pernah meninggalkanku, termasuk juga di bumi papua.

Salah satu lirik syair jawa yang saya sukai bertutur : “Kulo mung sak dermo ngelampahi” (Saya hanya menerima dan menjalankan)….Gusti….

Mil 39 ptfi, 14 Januari 2012


8 responses to “Knapa Gue ke Papua?

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: