Dingin Pengen Kawin


Selamat siang kawan semua…

Hari ini Minggu 15 Januari 2012. Cuaca di papua, kalo gak hujan, ha hujan deras setiap hari. Ingat yach…Setiap hari!

Cuaca disini emang ekstrim untuk ukuran tropis. Pagi bisa aja gerimis, atau hujan lebat. Siangnya bisa sangat panas hingga kulit loe terpanggang. Tapi sore harinya sekitar jam 3-an, mendung mulai datang lalu bisa mendadak hujan petir yang gemuruhnya bisa menggetarkan kaca jendela loe. Untuk masalah cuaca, secara umum bisa gue katakan bahwa disini Dingin Banget. (Saat gue nulis ini di word, diluar gemuruh petir sedang menyambar-nyambar…hehehehe)

Gimana kalo malam hari? Kemaren malam cuacanya asik. Tidak hujan, tidak pula dingin. Cukup tenang dan damai. Tapi kalo sudah hujan turun, apalagi hujan deras, wow…Siap-siap aja gosok-gosok tangan buat ngangetin tubuh.

Gue pernah naik ke atas gunung dan hujan gerimis nyelimuti area dimana gue berada. Fatalnya, gue gak bawa jaket…Man….Ampuuun. Gue menggigil. Mondar-mandir kayak orang cari utangan kesana kemari. Gosok-gosok tangan supaya gak kedinginan. Dan diam-diam gue pengen nikah?

Masalahnya, sekarang gue belum punya pasangan. Tuh, kan. Semuanya siap, tapi pasangannya gak ada. Hahahahaha….Emang Alloh Maha Bijaksana. Gue yakin ada rahasia terselubung yang akan disampaikan ke gue tentang sulitnya cari jodoh yang gue alami sekarang. Untuk langkah awal, gue positif aja dulu. Dan Berikutnya tetep positif sama Yang Maha Membuat Hidup.

Balik lagi ke permasalahan cuaca. Eniwei, Gue bahagia. Gue Senang. Gue juga yakin tentang sesuatu yang itu jadi rahasia gue. Juga tentang cuaca disini, gue gak bisa ngebayangin gimana tuh para prajurit yang berjuang mati-matian buat ngerebut irian jaya dari tangan Belanda. Gue bangga mereka masih mempertahankan Indonesia, meskipun janji kemakmuran untuk semua bangsa Indonesia belum bisa di dapatkan hingga detik ini. Tapi, itu adalah langkah awal. Tanah sudah ada, penduduk sudah ada, Bangsa juga telah terbentuk, sekarang adalah tugas generasi selanjutnya untuk memanfaatkan apa yang sudah dilakukan pendahulu kita menjadi lebih baik lagi.

Gue juga sering kenak debat ketika sama-sama bule diskusi tentang masalah-masalah yang sering kita diskusikan di jalan. Mereka boleh menghujat karena apa yang dihujatnya emang obyektif. Tapi satu hal yang gue garis bawahi, entah seburuk apapun keadaan yang kita punya, entah sejelek apapun keadaan ekonomi yang terjadi di masyarakat kita, ingatlah bahwa “suatu saat hal itu akan dibalik, itu hokum alamnya, tidak ada orang yang menggoreng tempe lalu gak dibalik?”. Tentang “kapan” hal itu terjadi, gue gak bisa jawab. Hanya hati loe-loe aja yang bisa menjawab “kapan” itu terlaksana. Bisa 100 tahun lagi, bisa 50 tahun lagi, bisa 25 tahun lagi, atau kalo memang benar-benar mau, bisa besok atau lusa.

Bikin harimu saat ini lebih bernilai…Keep Goin’


Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: