Ke Tommy Boyo Part 2


Ini adalah gelombang ketiga ke Tommy. Gelombang kedua dan seterusnya akan saya tulis nanti. Dan dundengnya adalah perkenal tentang siapa si Tommy itu.

Pesanan dompet ketiga ini tergolong rumit plus juga menebus dosa. Usut punya usut ternyata dompet yang saya pesen sebelumnya kekecilan, dan bagi yang memesannya kurang puas. Katanya ; terlalu kecil dan gak muat buat selembar uang dollar. Akhirnya saya ambil lagi itu dompet dan saya janji buat yang lebih bagus, lebih cocok dengan bentuk uang dollar, dan tentunya harganya tetap.

Tommy pun gak tahu apa-apa, ia hanya melaksanakan apa yang saya gambarkan melalui secarik kertas. Ukuran dan bentuk semua diserahkan kepada si pembeli. Tommy emang welcome banget dengan bentuk-bentuk baru perdompetan. Pasalnya ia sendiri sadar bahwa semakin banyak tantangan, bearti juga menguji kredibilitasnya sebagai pembuat dompet kulit buaya.

Maka saya katakan, ia tak punya salah apa-apa. Lugu banget. Dan keluguan itulah yang harus diarahkan menuju hasil yang bagus. Anjuran saya, kalo memang mau membuat produk handmade ke tommy, silahkan gambar dulu apa kemauan Anda. Pake Autocad kalo perlu. Ukuran-ukuran harus sudah Anda siapkan, dan selanjutnya adalah menentukan estetika dari kulit buaya itu sendiri.

Kalo masalah estetika ini saya gak tahu apa-apa. Maklum, bakat seni memang tidak ada, makanya saya paksakan untuk sebisa-bisanya nyeni. Biarlah hasilnya entar jelek atau malah gak enak dilihat, tapi kadang kala, karena coba-coba seperti itu, saya sendiri juga dibuat kaget kalo hasilnya diluar dugaan saya.

Untuk memilih bentuk kulit yang Anda kehendaki, perlu “agak” dekat dengan Tommy. Dengan begitu, Anda bebas “mengacak-acak” stok kulit yang biasanya dia simpan di dalam rumah. Tapi kadang kulit seperti musim-musiman. Biasanya kalo sedang banyak sampek membeludak dan numpuk, nah juga sebaliknya, kalo sedang sepi, kulit sangat langka. Kalo gak ada kulit, wah itu pertanda buruk, bisa saja pesanan yang sudah dipesan dua minggu sebelumnya malah molor jadi sebulan.

Benjolan…

Tommy is Working

Dari gagalnya gelombang ketiga ini saya mulai belajar, bahwa mesen ke Tommy berarti ada beberapa step yang kudu dilewatin. Kalo biasanya saya kurang jeli dengan ukuran, sekarang saya kudu harus menyiapkan ukuran sejak pertama kali nginjak ke tokonya. Selanjutnya, saya beranikan diri buat ngacak-ngacak stok kulit yang dia miliki. Kalo perlu yang masih belum disamak saya lihat juga. Ini perlu untuk menentukan kapan dompet yang saya pesan itu bisa jadi di bikin.

Kulit yang Masih basah

Oke, ini saja postingan tentang kulit buaya bagian 3. Selanjutnya, kalo memang mau dapat kenang-kenangan dari Timika, produk kulit buaya bisa jadi salah satu hal yang harus Anda miliki.

Keep Goin’


Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: