Berani Beda? Beda Berani?


Cuti kali ini saya menyempatkan diri ikutan pengajian umum Emha Ainun Najib yang diselenggarakan di Balai Pemuda Surabaya. Lama sudah saya ikuti pengajian ini, dan enam bulan di Papua membuat saya pengen mengikutinya lagi. Alhamdulillah, kesempatan itu datang pada malam kemaren. Meskipun saya datang terlambat, tapi ceramah cak Nun baru dimulai beberapa saat setelah saya datang.

Disana ketemu dengan teman akrab yang juga getol mengikuti pengajian ini. Saya gunakan istilah pengajian karena emang sifatnya demikian. Secara resmi, kajian ini dinamakan “forum pencerahan”, pengajian umum yang tidak dikhususkan untuk golongan tertentu, tapi juga untuk masyarakat umum.

Namanya Bang-bang wetan…Abang-abang Wetang (merah-merah dari Timur–terjemahan leterlek), entahlah namanya ini apa, tapi kehadiran Emha disitu membuka rasa penasaran saya untuk mempelajari sisi bathiniah kehidupan.

Datang ke balai pemuda kemaren sangat asyik bagi saya ; disambut dengan lagu “perahu retak” yang sering saya nyanyikan di sisi kamar barak 39 Timika Papua, dan saya baru tahu bahwa lagu itu ciptaan Emha Sendiri untuk Franky Sihalatua. Owh…gitu tha…boleh juga…Saya juga kaget kalo lagu itu mengkomentari ketidakjelasan situasi sosial yang berlarut-larut kebobrokannya sejak zaman Panembahan Senopati hingga detik ini.

Topiknya saat itu adalah “wani ora umum”, secara leksikal berarti : “berani beda”. Yup, perbedaan adalah hal lumrah, dan seyogyanya perbedaan itu dinikmati oleh setiap manusia, bukan untuk dipertentangkan, apalagi dimusuhi.

Pengajian Bang-Bang Wetan sendiri menambah khazanah spiritual yang saya dapatkan lewat beberapa guru. Syukurlah tidak ada pertentangan dari apa yang disampaikan satu guru dengan guru lainya.

Di tengah-tengah acara, tepatnya setelah Cak Nun menyampaikan ceramah pertama, saya memutuskan untuk pulang ke rumah. Bagi saya, sudah cukup khazanahnya dari pengajian tersebut, sekarang adalah saat malam hari, saat dimana sebisa mungkin mentrampilkan diri agar selalu dekat dengan Dia. Semoga!!

Surabaya, 6 Juli 2012, Jumat Pagi.


One response to “Berani Beda? Beda Berani?

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: