Ketemu Kawan Lama


Kamis malam jumat ini saya sempatkan untuk ketemu kawan lama yang saking lamanya gak ketemu sampai pengeeen banget meluangkan waktu bersama. Ingat ya,,,bukan hal negatif lho…kita emang berteman akrab sejak jaman di SMP-SMA, dan mengetahui kabar satu sama lain bisa jadi silaturahmi yang menyejukkan.

Kita mengatur waktu untuk ketemuan bareng di KFC A.Yani setelah magrib. Ternyata saya lalai, saya tidak bisa memenuhi jam yang sudah ditentukan itu. Hedew. Banyak aja alasan untuk mengutarakan keterlambatan, tapi sudahlah, akhirnya kita bisa ketemuan juga di pelataran rumah makan cepat saji itu.

Kabarnya baik sekarang, dia sudah berkeluarga, beranak-istri, dan berita terbaru yang saya dengar dari dia bahwa tahun ini semacam tahun kesedihan baginya ; istrinya baru keguguran, kakaknya yang sering support financial tiba-tiba meninggal dunia karena kanker getah bening, dan saat ini usahanya lagi kembang kempis.

Satu hal yang membahagiakan bahwa dia sudah melunasi utangnya di bank yang sejumlah 700 juta itu. Buah kegagalan bisnis dahulu kala yang harus ia bayar hingga 4 tahun lamanya.

Saya sendiri tak punya solusi tokcer untuk membantu perekonomiannya. Saya hanya berharap bahwa ketemuan silaturahmi ini bisa memberi angin segar akan barokah yang dijanjikan Nabi : Kelancaran rejeki dan Panjang umur.

“Dunia bisnis memang sedang kacau sekarang,” katanya. “Misalnya kita punya uang Rp. 10.000,- lalu hilang hanya seribu rupiah,  pastinya gak kepikiran,” timpalnya. “Nah, rumitnya kalo kita hanya punya Rp 10.000,- trus kita rugi sampek Rp 15.000,- tentu saja mumet gak karuan,” imbuhnya dengan mimik agak tersendat.

Yup, rejeki memang bisa berasal dari mana saja. Ada yang berbisnis, ada juga yang dengan bekerja ikut orang lain. Untuk tahap awal, terutama bagi yang masih suka dengan zona aman mirip saya, memulai dengan bekerja adalah hal yang meringankan psikologis kita. Ibu saya sering kali bilang ; “Bekerja dulu, nanti lak (khan) ketemu jalannya sendiri.” Teman saya yang kerja di Bank BRI pun seringkali mengingatkan : “Kalo kita kerja, paling tidak setiap bulan ngerasa aman buat nutupin biaya hidup.”

Pendapat diatas boleh cocok bisa tidak. Setiap orang emang berbeda-beda. TInggal menemukan tunning “hoki”-nya masing-masing. Ada yang langsungan dengan berbisnis, ada juga yang kudu merangkak naik dulu lewat jalur menjadi pegawai.

Buat kawan saya yang baru saja bertemu, saya hanya ingin berkata : “Saya gak punya apa-apa, apalagi nasehat, aku kira engkau kenyang dengan nasehat, sudahlah,,,mari kita nikmati apa yang menimpa detik ini, saya kira Dia tidak pernah tidur, selamat menjalani hidup kawan.”


Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: