Tumpukan Baju di Pojok Kamar


Tumpukan baju di pojok kamar saya itu mengingatkan satu hal pada saya bahwa : Ada kalanya kita tidak akan “sama” pada suatu ketika nanti.

Saya terngiang gimana baju di cuciin orang lain tatkala masih kerja di Papua. Pulang kerja, baju tinggal lempar ke kantung khusus berwarna putih, mencatat baju apa aja yang mau dicuci, dan sorenya dianter ke kamar dalam kondisi rapih dan mulus.

Itu mengapa pekerja tambang–katanya–banyak yang shock ketika sudah pensiun. Segala kemudahan hidup yang didapatkan saat kerja tiba-tiba berbalik arah jadi gak enak ; nyuci sendiri, biaya-biaya ditanggung sendiri, kemana-mana sendiri, mau bisnis juga takut, pun tak jarang uang pensiunan habis dalam sekejap karena kesalahan dalam melakoni usaha yang baru.

Untuk itu bagi pekerja tambang, menyiapkan segalanya adalah yang terbaik saat ini. Memprediksi bagaimana gaya hidup itu bisa bertahan dengan terus membuat uang yang ada disakunya saat ini berkembang sedemikian rupa. Untuk mengatasi hal ini, ada yang meng-hire orang lain di kampung halaman buat menjalankan bisnis, ada juga yang bekerjasama dengan istri dalam mengembangkan suatu usaha, ada yang dirumahnya disambi dengan dagang, ada yang bermain saham di sela-sela waktu kosong pekerjaan, ada yang bermain valas, dst.

Semoga tumpukan baju di pojokkan kamar itu terus mengingatkan saya akan pentingnya menyiapkan hari esok. Sekarang atau terlambat!! Nah, saya ambil dulu baju-baju itu ke keranjang, saya tinggal nyuci dulu  yah…:D


Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: