Memupuk BBK (Bahan Bakar Kemajuan)


“Lakukan itu dengan gemetaran jika Anda harus, tetapi tetap LAKUKANLAH” (TDW)

Itulah yang saya baca dari timeline di twitter, memang menginspirasi sekali. Saya pun juga sering dihadapkan pada situasi yang tak menarik bahkan dag-dig-dur. Justru saat-saat itulah sebenarnya kita sedang “klik” untuk memaksa neuron dalam otak membangun koneksinya dengan jaringan neuron lain. Awalnya sulit, tapi lama kelamaan, jembatan antara dua neuron terbangun. Seperti kata orang lawas (kuno) : asal bisa karena biasa.
Intermezzo :

(Kalo bersama kita bisa gimana? Wah, kumpulan bisa itu gak harus bersama kawan. Kalo ikut-ikutan bisa karena kebersamaan, hasilnya bisa kalang kabut. Sebagai contoh ; seorang guru berkata, hayo siapa yang bisa menjawab pertanyaan di papan tulis? Tiba-tiba semua murid mengangkat tangannya, Anda pun ikut-ikutan ngangkat walau merasa gak bisa. Anda beruntung kalo memang gak ditunjuk maju untuk mengerjakan soal di papan tulis, tapi kalo Anda yang ditunjuk? Siap-siap saja pasrah dan tertuntut belajar lagi karena memang Anda tidak bisa.)

Memotivasi diri seperti itu adalah bahan bakar kemajuan. Jika bahan bakarnya habis, ya mandeg alias gak maju-maju. Untung-untung jika memang kita bisa memotivasi diri terus menerus tanpa bantuan orang lain? Tanpa bantauan orang lain? Yup, jangan lupa, setiap saat kita tidak sendiri bukan? Bantuan itu ada dimana-mana, pun juga tersedia kapan saja. Bantuan itu bernama Tuhan.


Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: