Yang Pegawai Ingin Jadi Usahawan Satu Hari Nanti


Sadar betul bahwa status pegawai membuat diri untuk mematuhi aturan yang belaku disitu. Taat akan perintah bos, selalu bersenyum meskipun pekerjaan terasa berat, dan stag pada nilai gadai keringat sesuai dengan kesepatan antara pegawai dan perusahaan. Di situlah strata pegawai yang mau tidak mau ya harus mau. Kalo memang mau pendapatan lebih bagaimana? Gampang saja, cari pekerjaan lain yang bergaji lebih besar, atau mengusahakan diri mencari celah untuk pendapatan tambahan.

Kalo perasaan protes pada kerja itu muncul, saya pun segera menyadari strata diri saya yang sudah mencontrengkan tanda tangan pada kesepakatan kerja. Berat memang melihat uang gajian tidak setara dengan pegawai lainnya, tapi ya sudahlah, diterima saja dan dinikmati. Tidak usah disesali apalagi dimaki-maki.

Maka, untuk mengalihkan rasa itu segera saja berbuat hal lain yang bisa membuat realitas tersebut berubah. Waktu luang saya manfaatkan untuk melihat berbagai jenis lowongan pekerjaan yang tersedia, mengirimkan curriculum vitae kepada mereka, dan menunggu apa CV itu mampu menarik perhatian perusahaan lain. Di saat yang sama, saya pun coba cari peruntungan dengan menjual item-item khas papua pada bule-bule.

Entah kenapa kok ada saja muatan-muatan ingin berdagang selalu muncul pada keseharian saya. Selama disini, saya sertai kegiatan harian dengan menjajakan dompet kulit buaya. Hasilnya bagaimana? Namanya juga dagang, kadang laku, dan kadang pula tidak ada pesanan. Tapi mengusahakan kulit buaya papua menjadi jenis usaha baru adalah hal menarik. Pun juga saya hanya tinggal telpon si pengrajinnya, dan memesannya sesuai dengan katalog yang sudah saya koleksi dari pemesanan dompet sebelumnya.

Lalu muncullah ide untuk membikinkan blog bagi pengrajin tersebut. Hasil kerajinan kulit buaya dari sini memang sangat luar biasa. Rapih, khas, dan tampak mewah dengan harga yang bersahabat. Apa ruginya jika barang-barang berkualitas itu dipasarkan, sembari mencari uang tambahan untuk mewujudkan harapan-harapan diri.

Saya tuliskanlah beberapa helai kalimat yang berkatian dengan kulit buaya itu. Saya bikin artikel-artikel yang nantinya saya upload di blog tersendiri. Saya hanya coba eksplorasi hal-hal berkaitan dengan kulit buaya tersebut. Di titik inilah usaha yang bisa dilakukan. Menuliskannya, memajangnya di web, dan mengkomunikasikannya ke dunia maya.

Bagi seorang pegawai, berusaha maju untuk mandiri dan tidak bergantung pada perusahaan menjadi salah satu tujuan mereka. Ternyata banyak juga yang menabung uang gajian bulanan untuk membeli tanah, membangun kos-kosan, membangun toko, menyerahkan hasil bulanan pada istri untuk dikelola, dan menikmati hari tua dengan bahagia. Mereka menyadari bahwa suatu saat nanti, dimana kondisi badan tidak memungkinkan bekerja karena dimakan usia, mereka juga mau hidup dengan standar yang sudah dirasakan sekarang.

Memang apa yang akan terjadi selanjutnya masih menjadi misteri. Akankah bisnis ini menghasilkan, akankah uang yang sudah dikeluarkan benar-benar sesuai harapan, dan segala pertanyaan keraguan lainnya selalu akan menyeruak. Bagi seorang pegawai, menyiapkan sejak dini adalah pilihan bijak.


Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: