Teman Itu Rejeki, Jika Harus Berkelahi Bagaimana?


Alhamdulillah…Puji Syukur kehadirat Alloh…Saya mensyukuri benar kehidupan yang jauh dari siapapun di belantara papua ini. Dan salah satu kesyukuran itu adalah : saya diberi teman yang siap untuk mengingatkan satu sama lain kalo-kalo saya melenceng dari niat awal datang kemari.

Teman memang sangat penting. Bahkan ia bisa lebih dekat dari seorang keluarga. Tak jarang jika kebanyakan waktu yang kita habiskan, rata-rata banyak habis untuk bergumul dengan seorang teman. Salah satu dari sidang pembaca mungkin mengalami hal demikian.

Maka beruntunglah Anda jika punya teman yang bisa diajak untuk saling mengingatkan. Setiap hari kita habiskan untuk menganalisan dan memperbaiki apapun kesalahan yang telah dilakukan dan bagaimana mengarahkannya menjadi potensi yang lebih baik.

Sepanjang proses itu, alhamdulillah, saya dan teman saya berjalan dengan lancar. Kita saling dukung satu sama lain, saling menghormati satu sama lain, dan tak jarang jika pertemanan seperti ini juga tak luput dari ancaman pertengkaran.

Saya pun mengalaminya, dan pertengkaran itu memang ada. Sering sekali kita bertengkar dan sering kali sejak itu juga kita saling memaafkan demi kebaikan dan instrospeksi bersama.

Pertengkaran pun itu ada seninya lho kawan? Bagaimana membuat pertengkaran yang elok dalam pertemanan? Saya ada tipsnya, simak baik-baik ya :

1. Jangan sampai menyangkutkan urusan pertemanan dengan latar belakang keluarga.

Hal ini bisa menyulut api amarah dan siapa sih y ang mau diungkit-ungkit keburukan keluarganya? Gak ada yang mau bukan? Makanya, hindarilah untuk menyentuh sisi-sisi ini saat Anda bertengkar.

2. Buka pintu maaf sebelum perkelahian muncul.

Sangat sulit memang jika kita tidak pernah mempraktekkannya. Sebelum Anda bertengkar, silahkan ambil nafas dalam-dalam bahwa ini bukanlah akhir dari segalanya. Camkan dalam hati bahwa ini Anda sudah menyediakan kata maaf dan mau mengalah demi kebaikan bersama. Mengalah itu tak selamanya jelek, pun juga selalu menang itu tak selamanya bagus.

Maka tinggal tunekan nafas maaf tadi setiap kali Anda akan bertengkar dengan kawan Anda.

3. Lakukan rekonsiliasi saat pertengkaran selesai.

Bagi saya, pertengkaran itu adalah wujud dari keseriusan pertemanan itu sendiri. Di titik ini, saya pun membuka pikiran bahwa apa yang diributkan merupakan jalan untuk menjadi lebih baik lagi.

Ada baiknya jika pertengkaran tadi membawa resolusi baru berupa : nasihat, hal-hal yang harus dihindari, ataupun juga menjadi penyemangat untuk lebih baik lagi.

Kawan, janganlah sungkan untuk berteman akrab dengan siapapun. Karena pertemanan akan membawa Anda menjadi manusia yang berbeda, toh juga kita ini makhluk sosial yang tak pernah bisa lepas dari kebutuhan akan orang lain.

So, keep your mind open…dan selamat mengeksplorasi pertemanan Anda ke level yang lebih baik.


Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: